Weekly Perspective - W4 November 2020

Bank Indonesia kembali menurunkan BI-7DRR menjadi 3.75%

  • Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berlangsung pada tanggal 18-19 November 2020, memutuskan untuk menurunkan suku bunga BI-7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps dari 4.00% menjadi 3.75%. Hal ini juga berlaku untuk Bunga deposit facility yang turun 25 bps menjadi 3.00% dan lending facility yang turun 25 bps jadi 4.50%. Bank Indonesia memandang kebijakan ini sejalan dengan pertimbangan kondisi perekonomian Indonesia saat ini yang memerlukan stabilitas di tengah perkiraan angka inflasi yang masih rendah.

BI 7-Day Reverse Repo Rate Des 2019 – Nov 2020 (in %)

Sumber: Bank Indonesia

Penurunan suku bunga BI-7DRR memberikan sentimen positif pasar Saham dan Obligasi

  • Selama sepekan terakhir periode (16-20 November 2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan +2.03% melanjutkan reli yang berlangsung dari minggu sebelumnya karena euforia terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat dan adanya penurunan suku bunga  25 bps oleh Bank Indonesia. Adanya kenaikan tersebut membuat IHSG ditutup di level 5,571.65 sehingga secara Year-to-Date koreksi IHSG sebesar  -11.55%. Kenaikan IHSG sejalan dengan investor asing yang membukukan net buy sepanjang Week-to-Date sebesar Rp +1.20 triliun dan Year-to-Date net sell Rp -50.00 triliun. Hampir seluruh sektor mengalami kenaikan dimana sektor dengan kenaikan terbesar diantaranya adalah Infrastructure +6.75%, Property Real Estate +4.55%, Mining +3.45%, Consumer Goods +2.17% dan Finance +1.48%. Sedangkan yang mengalami penurunan hanya sektor Miscellaneous Industries sebesar –1.84%, Agriculture 0.43% dan Trade Services -0.20%.
  • Sedangkan untuk pasar Obligasi domestik, harga Surat Utang Negara (SUN) yang mengacu pada Bloomberg Indonesia Local Sovereign Bond Index (BINDO) juga mengalami kenaikan sebesar +0.50% selama satu minggu terakhir melanjutkan reli yang berlangsung dari pertengahan Oktober 2020. Kenaikan harga yang terjadi di pasar obligasi dipengaruhi oleh sentimen positif dari Bank Indonesia yang kembali menurunkan suku bunga BI-7DRR dari 4.00% menjadi 3.75% sehingga membuat imbal hasil dari Obligasi menjadi semakin menarik. Kedepannya kami melihat masih terdapat peluang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga 25bps lagi pada 1H 2021 tergantung oleh tingkat inflasi di Indonesia. Dari sisi valuasi pasar Obligasi domestik dengan yield SUN 10 tahun di level 6.20 – 6.40 masih atraktif dibandingkan dengan negara yang memiliki rating sejenis Indonesia yaitu India dengan yield 10 tahun menyentuh level 5.25 – 5.50%, dimana spread yield India dan Indonesia berkisar 50 – 80 bps dan saat ini menyentuh 120 – 150 bps sehingga masih ada upside penurunan yield SUN kedepannya. Kenaikan harga Obligasi sejalan dengan nilai tukar Rupiah yang bergerak di kisaran Rp 14.022 – 14,100 /USD serta pergerakan yield SUN 10 tahun yang mengalami penurunan dari level 6.25% ke 6.20%. Dari sisi transaksi harian juga mengalami peningkatan dari rata-rata Rp 12 - 14 triliun/hari naik menjadi Rp 18 – 20 triliun/hari. Berdasarkan data dari Direktorat Jendral Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) per tanggal 19 November 2020, investor asing membukukan net buy sepanjang Month-to-Date sebesar Rp +114.00 triliun dan secara Year-to-Date net sell sebesar Rp -92.20 triliun di pasar Obligasi domestik dari posisi akhir Desember 2019 sebesar Rp 1,062.20 triliun menjadi 970.00 triliun.
  • Portofolio Reksa Dana Saham menjaga porsi investasi di level 90 – 92% sembari menganalisa pergerakan IHSG kedepannya yang diekspektasikan mengalami kenaikan di kisaran 5,500 – 5,700 pasca terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat yang memberikan sentimen positif pergerakan pasar global kedepannya. Tactical trading tetap dilakukan pada saham blue chip dan mid-cap yang masih berada dalam valuasi yang atraktif dan berpotensi memberikan pertumbuhan return kedepannya terutama di beberapa sektor seperti perbankan yang memiliki bobot terbesar dalam IHSG serta sektor Consumer, Infrastructure, Mining dan Miscellaneous Industries. Reksa Dana Obligasi berinvestasi pada SUN seri benchmark 10 – 15 tahun serta durasi portofolio dijaga di level 7.00 – 7.25 karena ekspektasi terhadap Bank Indonesia yang akan kembali menurunkan suku bunga 1x di 1H 2021 dimana level saat ini di 3.75%. Alokasi portofolio untuk Obligasi Korporasi tenor pendek (3 tahun) dengan kupon yang tinggi tetap dijaga di kisaran 10 – 15% untuk menahan volatilitas market dan memaksimalkan return Reksa Dana.

Download PDF



Back to list