Weekly Perspective - W3 Apr 2021

IMF Menaikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia

  • International Monetary Fund (IMF) memperkirakan recovery yang lebih kuat di tahun 2021 dan 2022 dengan target 6% di 2021 dan 4.4% in 2022. IMF mengungkapkan bahwa pada tahun 2020, secara nasional telah banyak inovasi dalam kebijakan ekonomi di berbagai negara dan mengharapkan kerjasama yang lebih baik lagi antar negara di berbagai hal, seperti ketersediaan vaksin dan dukungan ekonomi ke banyak negara. Namun untuk Indonesia, IMF memperkirakan untuk tahun 2021 ekonomi hanya akan bertumbuh 4.3% dan baru akan lebih cepat menjadi 5.8% di 2022

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound dalam sepekan terakhir
  • Selama sepekan terakhir (2-9 April 2021) Indeks Harga Saham Gabungan naik tipis sebesar 0.98%. Secara group yang menekan IHSG adalah penurunan saham-saham otomotif, sedangkan yang mengalami penguatan adalah saham-saham sektor perdagangan

  • Sedangkan untuk pasar Obligasi domestik, harga Surat Utang Negara (SUN)  bergerak naik. Obligasi domestik dengan yield SUN 10 Tahun bergerak dari level 6.7 menjadi 6.46%. Pergerakan ini sejalan dengan pergerakan yield US Treasury 10Years yang turun tipis pada minggu yang sama. Meski demikian, kami tetap melihat prospek fixed income masih akan positif di dorong karena masih ada peluang bagi Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga rendah sampai dengan tahun depan. Sebagai pembanding, yield bond India masih berada di level 6.2% untuk tenor yang sama. Supply dari pemerintah untuk SUN tahun ini masih cukup besar, namun ada rencana untuk dikurangi penerbitannya. Dengan adanya backstop dari Bank Indonesia serta perbaikan ekonomi, tahun 2021 ini bisa jadi tahun dengan supply yang besar dan akan menurun di tahun berikutnya.

  • Nilai tukar Rupiah masih tertekan dimana nilai tukar Rupiah bergerak dari Rp 14,525 ke Rp 14,565 dalam seminggu. Investor asing membukukan net sell di pasar saham sebesar Rp 1.8 trilliun namun pergerakan aktivitas investor asing di pasar obligasi lebih stabil. Saat ini kepemilikan asing di SUN sebesar Rp 955.8 triliun atau setara dengan 22.9% dari SUN yang beredar.

  • Portofolio Reksa Dana Saham mempertahankan porsi saham di level 90-92% mengantisipasi posisi rebound dalam beberapa waktu kedepan. Potensi kenaikan IHSG kedepannya masih ada meskipun mengalami volatilitas. Tactical trading tetap dilakukan pada saham blue-chip dan mid-cap yang masih berada dalam valuasi yang atraktif. Reksa Dana Obligasi berinvestasi pada SUN seri benchmark 10 – 15 tahun serta durasi portofolio dijaga di level 6.50 – 7.2 sebagai antisipasi Bank Indonesia masih menjaga suku bunga rendah sepanjang tahun 2021. Alokasi portofolio untuk Obligasi Korporasi tenor pendek (3 tahun) dengan kupon yang tinggi tetap dijaga di kisaran 5–15% untuk optimalisasi return Reksa Dana.


Download PDF



Back to list