Investor Information

Weekly Market Update

Weekly Perspective - W3 Apr 2021
International Monetary Fund (IMF) memperkirakan recovery yang lebih kuat di tahun 2021 dan 2022 dengan target 6% di 2021 dan 4.4% in 2022. IMF mengungkapkan bahwa pada tahun 2020, secara nasional telah banyak inovasi dalam kebijakan ekonomi di berbagai negara dan mengharapkan kerjasama yang lebih baik lagi antar negara di berbagai hal, seperti ketersediaan vaksin dan dukungan ekonomi ke banyak negara. Namun untuk Indonesia, IMF memperkirakan untuk tahun 2021 ekonomi hanya akan bertumbuh 4.3% dan baru akan lebih cepat menjadi 5.8% di 2022

Read more
Weekly Perspective - W5 Mar 2021
Bank Indonesia menyebutkan langkah ini konsisten dengan kebutuhan untuk menjaga nilai tukar Rupiah di tengah-tengah ketidakpastian meskipun perkiraan inflasi masih rendah.  Untuk menunjang perbaikan ekonomi, Bank Indonesia mengoptimalkan kebijakan macroprudential dan akomodatif, selain mempercepat deepening pasar uang. Bank Indonesia juga akan melaksanakan intervensi pasar nilai tukar jika diperlukan. Analis memperkirakan inflasi masih tetap rendah di bulan Maret, analis consensus di level 1,40% secara Year-on-Year dan memperkirakan inflasi masih akan rendah di sepanjang tahun 2021.

Read more
Weekly Perspective - W1 Feb 2021
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi pada bulan Januari 2021 sebesar 0.26% secara Month-to-Month (MtM) dan secara Year-on-Year (YoY) sebesar 1.55%. Tercatat inflasi pada bulan Januari 2021 lebih rendah daripada inflasi pada bulan Desember 2020 yang sebesar 0.45% MoM dan secara tahunan sebesar 1.68% YoY. Inflasi yang rendah disebabkan pandemi COVID-19 sehingga membuat mobilitas masyarakat berkurang dan perekonomian bergerak lambat, sehingga berpengaruh pada penurunan pendapatan yang mengakibatkan lemahnya permintaan.

Read more
Weekly Perspective - W3 Jan 2021
Badan Pusat Statistik mencatat neraca dagang Indonesia di bulan Desember 2020 kembali mencatatkan surplus USD 2.10 miliar dimana ekspor sebesar USD 16.50 miliar dan impor sebesar USD 14.40 miliar. Surplusnya neraca dagang di bulan Desember 2020 dibantu oleh meningkatnya nilai tahunan ekspor Indonesia dan turunnya impor Desember 2020. Ekspor Indonesia pada bulan Desember 2020 tercatat naik 14.60% secara Year-on-Year (YoY), sedangkan impor turun tipis 0.47%. Penyebab utama surplus didukung oleh naiknya harga komoditas seperti lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, serta dari besi dan baja.

Read more