Monthly Update - Oktober 2020

Market Summary

  • Pasar Saham Indonesia mengalami pelemahan tajam pada bulan September 2020. Pasar melemah sebesar 7,03% menuju level 4.870. Kami memperkirakan pasar masih bergerak berfluktuasi disebabkan oleh mixed signal dari perkembangan vaksin COVID-19, US election, perkembangan pandemi COVID-19, dan situasi ekonomi global.
  • Sepanjang bulan September 2020, pasar obligasi bergerak flat dimana imbal hasil SUN 10 tahun Indonesia mendekati level 6,95%. Pergerakan ini sejalan dengan pelemahan nilai tukar Rupiah yang juga melemah ke level 14.900. Selainitu, posisi supply agak tertekan terlihat dari menurunnya minat investor untuk berpartisipasi pada lelang.
  • Usaha menemukan vaksin untuk melawan virus COVID-19 menunjukkan kemajuan. Sampai saat ini terdapat 11 vaksin (bertambah dua dibandingkan dengan awal September) yang diuji pada tahap ketiga dan 5 vaksin diizinkan penggunaannya secara terbatas. Di Indonesia, pemerintah bekerjasama dengan Sinovac Biotech dan sedang melaksanakan uji coba tahap ketiga. Selain itu pemerintah juga akan mewacanakan pembelian dari Rusia dan AstraZeneca, selain memproduksi vaksins endiri. Secara global, jumlah kasus telah melebihi 30 juta kasus dengan kematian lebih dari 1 juta jiwa.
  • Angka Manufacturing Purchasing Manager Index (PMI) menunjukkan sedikit penurunan pada bulan September dan tercatat di level 47,2. Data Industri juga menunjukkan perbaikan setidaknya sampai bulan Agustus, dimana penjualan semen dan kendaraan masih membaik meskipun pelan. Tercatat traffic di jalan toll sudah kembali ke level sedikit dibawah normal pada bulan September. Pada bulanJuli, Bank Indonesia juga mempertahankan suku bunga menuju level 4%. Pertumbuhan kredit di bulan Agustus hanya sebesar 1 persen. Angka ini menunjukkan masih lemahnya kegiatan ekonomi.
  • Pemerintah dan DPR menyetujui Omnibus Law maski banyak diprotes oleh berbagai kalangan masyarakat, terutama kaum pekerja. Sempat terjadi protes di berbagai daerah dan menimbulkan kerusuhan.
Perkembangan Global
  • Usaha untuk menemukan vaksin untuk melawan virus COVID-19 menunjukkan kemajuan. Sampai saat ini terdapat 11 vaksin (bertambah dua dibandingkan dengana wal September) yang diuji pada tahap ketiga dan 5 vaksin diizinkan penggunaannya secara terbatas. Di Indonesia, pemerintah bekerjasama dengan dengan Sinovac Biotech dan sedang melaksanakan uji coba tahap ketiga. Selain itu pemerintah juga akan mewacanakan pembelian dari Rusia dan AstraZeneca, selain memproduksi vaksin sendiri.
  • Secara global, jumlah kasus telah melebihi 30 juta kasus dengan kematian lebih dari 1 juta jiwa.
  • Setelah debat pertama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinyatakan positif COVID-19, namun sudah kembali bekerja setelah dirawat selama empat hari. Saat ini poll menunjukkan keunggulan penantangnya, Joe Biden, untuk terpilih pada pemilu.
  • Perkembangan ekonomi di China membaik, sementara di Eropa barat terdapat kemungkinan terjadinya second wave dan kembali ditutupnya kegiatan ekonomi secara terbatas, seperti pembatasan kegiatan bar dan restoran.
  • Saat ini UST10yrs berada di level yang sangat rendah di kisaran 0,6 - 0,8%. Nilai tukar Dollar terhadap currency utama dunia yang diwakili oleh U.S. Dollar Index (DXY) terlihat mengalami penguatan sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang di berbagai belahan dunia.
Perkembangan Domestik
  • Kasus COVID-19 pada akhir bulan September telah melewati angka 300,000 kasus di Indonesia. Pelaksanaan tes/hari yang semaikin baik dan mulai mendapatkan gambaran yang sesungguhnya. Penambahan kasus per hari saat ini berkisar kurang lebih 4.000 – 5.000 kasus baru per hari. Pemerintah yang sudah mulai membuka ekonomi secara perlahan, meningkatkan pengetatan kegiatan ekonomi.
  • Meski belum diumumkan, diyakini berbagai pihak bahwa secara teknis Indonesia sudahr esesi. Potensi perbaikan masih cukup berat karena keterbatasan kegiatan ekonomi.
  • Nilai tukar Rupiah terus tertekan sepanjang bulan Juli terutama setelah kenaikan nilai Dollar secara umum dan melemahnya minat untuk partisipasi lelang SUN. Nilai tukar Rupiah sempat menyentuh level 15.000 per US Dollar, meski di akhir bulan ditutup di level 14.850.
  • Bank Indonesia juga telah mengumukan penurunan cadangan devisa menjadi USD 135 miliar dari sebelumnya USD 137 miliar.
  • Angka Manufacturing Purchasing Manager Index (PMI) menunjukkan sedikit penurunan pada bulan September dan tercatat di level 47,2. Data Industri juga menunjukkan perbaikan setidaknya sampai bulan Agustus, dimana penjualan semen dan kendaraan masih membaik meskipun pelan. Tercatat traffic di jalan toll sudah kembali ke level sedikit dibawah normal pada bulan September.
  • Pada bulan September, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga menuju level 4%. Pertumbuhan kredit di bulan Agustus hanya sebesar 1 persen. Angka ini menunjukkan masih lemahnya kegiatan ekonomi.
  • Harga komoditas unggulan Indonesia, minyak kelapa sawit masih sangat baik di level USD 700 dalam kuartal ketiga, meski produksi masih sedikit dibawah rata-rata akibat musim panas yang panjang di tahun sebelumnya.
  • Inflasi secara umum terjaga di level yang rendah 1,42% secara tahunan.  Di bulan September secara bulanan masih mencatatkan deflasi kecil.
  • Pemerintah dan DPR menyetujui Omnibus Law maski banyak diprotes oleh berbagai kalangan masyarakat terutama kaum pekerja. Sempat terjadi protes di berbagai daerah dan menimbulkan kerusuhan.

Download PDF


Back to list