Weekly Perspective - W4 September 2018

Stabilnya Nilai Rupiah Mendorong Kenaikan Pasar Saham dan Obligasi Domestik

  • Pasar saham domestik selama sepekan terakhir kembali melanjutkan kenaikan seperti minggu sebelumnya didorong oleh stabilnya nilai tukar Rupiah yang bergerak di level 14,810 – 14,860 / USD serta membaiknya neraca perdagangan di bulan Agustus 2018 dibandingkan bulan Juli 2018 (Agustus 2018: defisit USD -1.02 milyar dan Juli 2018: defisit USD -2.0 milyar). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) periode 17 – 21 September 2018 mengalami kenaikan +0.45% ditutup di level 5,957.74 diikuti net buy oleh investor asing sebesar Rp 1.14 triliun (secara month to date posisi asing net sell: Rp -1.10 triliun). Sektor yang mengalami kenaikan terbesar diantaranya basic industry sebesar +2.74% diikuti oleh mining +1.93% dan manufacturing yang naik +0.87%. Sedangkan sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu agriculture -2.43% dan property -2.25%.
  • Kenaikan yang terjadi pada pasar saham domestik juga diikuti oleh pasar obligasi dimana harga Surat Utang Negara (SUN) yang mengacu pada Bloomberg Indonesia Local Sovereign Index mengalami kenaikan +1.77% pada periode 17 – 21 September 2018 sejalan dengan pergerakan yield SUN tenor 10 tahun yang mengalami penurunan dari 8.48% menjadi 8.20%. Positifnya pasar obligasi diikuti oleh investor asing yang membukukan net buy Rp 8.10 triliun secara week to date , meskipun secara month to date posisi asing masih membukukan net sell sebesar Rp 12 triliun dari posisi Rp 855.10 triliun di akhir Agustus 2018 menjadi Rp 843.10 triliun berdasarkan laporan DJPPR per tanggal 24 September 2018. Adapun lelang SUN yang berlangsung hari Selasa 25 September 2018 mencatatkan total bid sebesar Rp 51 triliun (3rd highest bid di 2018) dan yang dimenangkan Rp 20 triliun. Lelang kali ini juga memperkenalkan dua seri benchmark terbaru untuk tahun 2019 yaitu FR 77 dengan tenor 5 tahun dan FR 78 tenor 10 tahun.
  • FOMC Meeting yang berlangsung tanggal 27 September 2018 memperkirakan bahwa The Fed akan kembali menaikkan Fed Fund Rate  (FFR) sebesar 25 Bps dari level 2.0% naik ke 2.25% didorong oleh solidnya data makroekonomi Amerika seperti pertumbuhan US Non Farm Payroll dan level inflasi yang telah mencapai target. Minutes of Meeting dari FOMC menjadi hal yang dinantikan oleh pelaku pasar karena di dalamnya akan ada pernyataan dari Chairman The Fed Jerome Powell terkait The Fed Monetary Policy kedepannya apakah akan agresif (hawkish) atau berhati – hati (dovish) dalam menaikkan FFR di tahun 2019.
  • Dengan adanya kenaikan FFR sebesar 25 Bps, kami memperkirakan Bank Indonesia juga akan melakukan langkah serupa dengan menaikkan BI – 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 Bps dari level 5.50% ke 5.75% untuk menjaga pergerakan nilai Rupiah dan capital outflow di Pasar Saham maupun Obligasi domestik.
  • Strategi Portfolio Reksa Dana Saham dalam beberapa minggu ke depan akan mengambil posisi lebih agresif jika terbuka peluang untuk perbaikan pasar.  Kami melihat saham-saham blue chip sudah relatif murah dan memiliki potensi untuk menguat. Kami juga menilai pasar sepertinya sudah mulai memperkirakan kenaikan FFR, namun ada sebagian pelaku pasar masih menunggu arah suku bunga lebih lanjut. Reksa Dana Obligasi masih akan tetap menjaga durasi portfolio di level 3.50 – 4.00 dengan alokasi SUN tenor pendek dan menengah (tenor 5-10tahun) serta obligasi korporasi dengan kupon yang tinggi untuk menjaga volatilitas dan memaksimalkan Return Portfolio.



DISCLAIMER INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RESIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DEPAN.

PT Majoris Asset Management (“Majoris”) telah memperoleh izin usaha sebagai Manajer Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dalam melakukan kegiatannya diawasi oleh OJK. Dokumen ini dibuat oleh Majoris hanya sebagai informasi singkat dan disesuaikan dengan ketentuan Peraturan yang berlaku. Segala perhatian telah diberikan secara seksama untuk menyakinkan bahwa informasi yang disajikan dalam dokumen ini tidak menyesatkan. Namun demikian, Calon Pemodal tidak disarankan untuk hanya mengandalkan keterangan dalam dokumen ini. Kerugian yang mungkin timbul karenanya tidak akan ditanggung.


Download PDF



Back to list