Weekly Perspective - W4 Oktober 2018

Pelaku Pasar Wait and See menantikan arah Fed Fund Rate Kedepannya 

  • Selama sepekan terakhir periode 15 – 19 Oktober 2018 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar +1.40% ditutup di level 5,837.29 melanjutkan kenaikan di minggu sebelumnya. Kenaikan IHSG sejalan dengan net buy yang dibukukan oleh investor asing selama week to date sebesar Rp +1.20 triliun (secara month to date net sell: -5.30 triliun). Sektor yang mengalami kenaikan terbesar diantaranya Miscellaneous Industry sebesar +5.54%, Agriculture +3.43% dan Manufacturing +2.14%. Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu Mining -0.84% dan Trade Services -0.21%. 
  • Sedangkan di Pasar Obligasi harga Surat Utang Negara (SUN) yang mengacu pada Bloomberg Indonesia Local Sovereign Index (BINDO) selama sepekan terakhir mengalami kenaikan +0.60% setelah pada akhir minggu lalu sempat menyentuh level yield tertinggi di tahun 2018 yaitu 8.90%. Berdasarkan dengan laporan DJPPR per tanggal 19 Oktober 2018,  investor asing membukukan net buy Rp 500 milyar secara month to date dari posisi Rp 850.45 triliun di akhir September 2018 menjadi Rp 851.45 triliun. Kami melihat dengan dengan level yield SUN tenor 10 tahun yang sudah di atas 8.5%, valuasi harga SUN sudah cukup atraktif bagi investor asing untuk mulai kembali melakukan akumulasi pembelian SUN kedepannya baik di seri Benchmark maupun Non- Benchmark. 
  • Kami melihat kedepannya Pelaku pasar baik di Pasar Saham dan Obligasi masih harus mewaspadai arah pergerakan Fed Fund Rate di tahun 2019 dimana minutes of meeting pertemuan The Fed tanggal 18 Oktober 2018 mengindikasikan bahwa kebijakan The Fed masih akan hawkish (agresif dalam menaikkan suku bunga) yang tentunya akan berdampak negatif terhadap emerging market.
  • Pertumbuhan ekonomi China di Q3 2018 tumbuh sebesar 6.50% (terendah sejak krisis subprime mortgage 2009) lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Q2 2018 sebesar 6.70%.  Melambatnya pertumbuhan GDP China disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya Trade War dengan Amerika yang berakibat adanya tarif bea masuk  tambahan untuk barang-barang China yang diimpor oleh Amerika sehingga menekan output produksi serta menurunnya domestic consumption karena realisasi investasi infrastruktur yang lebih rendah dibandingkan tahun 2017. Kami melihat melemahnya ekonomi China dapat memberikan dampak negatif kepada negara-negara emerging market yang selama ini melakukan ekspor ke China baik eskpor berupa bahan baku, barang maupun komoditas.
  • Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia tanggal 23 Oktober 2018 menghasilkan keputusan BI-7 Day Reverse Repo Rate tetap di level 5.75%. Keputusan tersebut konsisten dengan upaya untuk menurunkan level Current Account Deficit (CAD) hingga dibawah 3% kedepannya, menjaga pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap USD dan pertumbuhan ekonomi agar bisa tumbuh di atas 5% sampai dengan akhir tahun 2018.
  • Portfolio Reksa Dana Saham akan memanfaatkan kondisi IHSG yang memiliki valuasi rendah sehingga berpotensi untuk mengalami rebound terutama pada saham-saham sektor Finance, Agriculture, Basic Industry (poultry) dan mining (coal). Reksa Dana Obligasi mulai kembali melakukan akumulasi pada SUN tenor menengah (tenor 5-10 tahun) dimana level Yield SUN 10 tahun saat ini sudah diatas 8.50% melalui secondary market ataupun lelang SUN yang diadakan Pemerintah dua kali dalam sebulan serta obligasi korporasi tenor pendek (3-5 tahun) dengan kupon yang tinggi melalui IPO ataupun di secondary market untuk menjaga volatilitas pergerakan market dan memaksimalkan Return Portfolio. Durasi portfolio Reksa Dana tetap dijaga di level 4.00 – 4.50. 



DISCLAIMER INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RESIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DEPAN.

PT Majoris Asset Management (“Majoris”) telah memperoleh izin usaha sebagai Manajer Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dalam melakukan kegiatannya diawasi oleh OJK. Dokumen ini dibuat oleh Majoris hanya sebagai informasi singkat dan disesuaikan dengan ketentuan Peraturan yang berlaku. Segala perhatian telah diberikan secara seksama untuk menyakinkan bahwa informasi yang disajikan dalam dokumen ini tidak menyesatkan. Namun demikian, Calon Pemodal tidak disarankan untuk hanya mengandalkan keterangan dalam dokumen ini. Kerugian yang mungkin timbul karenanya tidak akan ditanggung.


Download PDF



Back to list