Weekly Perspective - W4 November 2019

Proses negosiasiperdagangan Amerika dan China masihberlanjut

  • Meskisulituntukmencapai kata sepakat, pembicaraanperdaganganantara Amerika Serikat dan China masihterusberlanjut. Neosisasisepertinyaberlangsungalotkarena  berulang kali Presiden Amerika Serikatmengatakaninginmencapaikesepakatantapikesepakatanmasihbelumbisaterjadi. Perkembanganinibukanlahhal yang baikuntuk pasar namunmagnitude-nyamulaiberkurangterhadap pasar. Pasar lebihmemikirkandampakperlambatanekonomi dunia dan kekhawatiranakanterjadiresesi. Chairman Federal Reserve Jerome Powell juga masihmelihatpentingnyamencapai target inflasi di level 2 persen, namuntidakmenjelaskanlebhlanjutapakahakanterusmenurunkansukubunga.

Bank Indonesia menahanpenurunansukubunga di 5.00% namunmenurunkan level Giro Wajib Minimum

  • Bank Indonesia (BI) memutuskan untukmenahansuku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) di level 5.00%. Namun Bank Indonesia menurunkan level GWM sebesar 50 bps untukmemperbaikilikuiditas system perbankan. Pada akhir-akhirinimemangterlihatlikuiditasperbankanagakketatdimana LDR tercatat di level 94%. Perbaikanlikuiditasperbankan juga sangatpentingbagi bank untukmenjalankanfungsi intermediary-nya.  Tercatatsejakawaltahunlajupertumbuhankreditlebihkencangdaripada dana pihakketiga. 

IHSG minim katalissepanjang November

  • Selamatanggal 18– 22 November 2019, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalamisedikitpenurunanke level 6,100. Terlihatnilaitransaksiperdaganganturun di bawah rata-rata. Investor asingmasihtercatatmelakukannet sell. Kekhawatiranperlambatanekonomi di Indonesia akibatdampakdariekonomi dunia masihberlanjut. Efekpositifdaripenurunansukubungaterhadappertumuhanekonomi juga belumterasa. Namunterlihatadaperbaikanharga CPO yang dari level terendahnyatelahmenguatlebihdari 25%. Nilai tukar Rupiah juga bergerakstabil di level 14,000-14,100.
  • Beberapa data ekonomi yang dirilissejakawal November tercatatcukupbaikdimanaselaininflasi yang stabil di 3.20%, data trade balance yang lebihbaikdaripadaperkiraanconsensus di USD -161 mn, dan foreign reserve yang tercatat di level 126.70. Angkamakroekonomi yang stabiliniharusbisadipertahankanuntukkembalimenarikarus dana dariluar negeri dalammenjaganilaitukar Rupiah dan pendanaan APBN pemerintah.
  • Yield Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 10 tahunbergerakstabil di level 7.0-7.1 % dalambeberapamingguterakhir. Pergerakaninisejalandengan yield pasar obligasi di seluruh dunia maupun negara tetangga. Namunpotensikatalispositifyaitupotensipenurunankembalisukubunga Fed masihadahinggatahun 2020. Dalambeberapakesempatanpetinggi federal reserve mengatakanpentingnyamencapai target inflasi di 2% meskibelumtentumengatakanakanmenurunkansukubungalebihlanjut. Berdasarkan data dari Direktorat Jendral Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) per tanggal 22 November foreign holding tercatat di level Rp1,068.8tn (inflow Rp10.4tn mtd dan inflow of Rp175.6tn ytd).
  • Portfolio Reksa Dana Sahamkembalimelakukanakumulasi pembelian pada saham-sahamblue-chip dan mid-cap yang sudahberadadalamvaluasi yang murah dan berpotensimemberikanpertumbuhanlaba yang baik. Sektorperbankanmasih salah satusektorpilihan, di sampingituadasektor Consumer, dan Plantation. Alokasi portfolio di level 95% untuk dan memaksimalkan Return Portfolio karena kami melihatpotensimenguatnyaindekssampaiakhirtahun. Reksa Dana Obligasi berfokus pada SUN seri benchmark tenor 10 dan 15 tahun serta menjaga durasi portfolio di level 7.00- 7.50. Masih terdapat alokasi untuk Obligasi Korporasi tenor pendek (3 tahun) dengan kupon yang tinggi dijaga untuk menahan volatilitas market dan memaksimalkan Return Reksa Dana.




DISCLAIMER INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RESIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DEPAN.

PT Majoris Asset Management (“Majoris”) telah memperoleh izin usaha sebagai Manajer Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dalam melakukan kegiatannya diawasi oleh OJK. Dokumen ini dibuat oleh Majoris hanya sebagai informasi singkat dan disesuaikan dengan ketentuan Peraturan yang berlaku. Segala perhatian telah diberikan secara seksama untuk menyakinkan bahwa informasi yang disajikan dalam dokumen ini tidak menyesatkan. Namun demikian, Calon Pemodal tidak disarankan untuk hanya mengandalkan keterangan dalam dokumen ini. Kerugian yang mungkin timbul karenanya tidak akan ditanggung.


Download PDF



Back to list