Weekly Perspective - W2 Desember 2019

Data Non Farm payroll

  • Data peneyrapantenagakerja  di Amerika Serikatatau yang dikenalsebagai data non farm payroll tercatatcukupkuat 266ribu. Angkainiadalah salah satu yang tertinggi di 2019 yang menunjukkanpenyerapantenagakerja yang cukupbaik. Hal inibisamembuat Federal Reserve menahanpenurunansukubungauntuksementarawaktu. Meski kami meyakinibahwatekananuntukpenurunansukubunga juga bisaberasaldarikekhawatirancompetitiveness US dollar terhadap Euro dan factor lainnya. Kalaudilihatdaripergerakan Dollar Index juga terlihat US Dollar juga melemahdalambeberapawaktuterakhir, terutamaterhadapmatauang Euro.  Kami memperkirakanarahkebijakansukubunga Fed masihakanakomodatif, dan berpotensiturunsampaidengandua kali di tahun 2020. Dan inibisadiikuti oleh Bank Sentrallainnyatermasuk Bank Indonesia.
  • Inflasi new normal, GDP membaik? Bank Indonesia (BI)  menyatakanbahwasaatini Indonesia sudahmemasuki new normal untuk level inflasi yang diperkirakansampaiakhirtahun  2019 akansebesar 3.1% dan memproyeksikaninflasiakanberada 2-4% pada tahun 2020.  Memangterlihatbahwatadinya, sebelum 2015  inflasi Indonesia yang berkisaran di level 5-6%, dan pada empattahunterakhir di dalamkisaran yang baruantara 3-5%. Jikainflasi ‘new normal” inibisaberlangsungagak lama dan sehinggasukubunga Indonesia bisadalam “new normal” juga makakemudiansukubungarendahakanberlangsung lama dan itubisamemicupertumbuhanekonomi yang lebihtinggi. Bank Indonesia sendirimemperkirakantahun 2020 akanberada di level 5.1-5.5. Sejalandengan target APBN di level 5.3%. 

IHSG berpotensimembaik di tahun 2020

  • Selainmelihatvaluasi yang murah, kami melihatperbaikan GDP dan kebijakan bank sentral yang akomodatif, perbaikan IHSG di tahundepansangatmungkinterjadi. Menurut kami, pertanyaan paling besaradalah, mampukandayabelimasyarakatdijaga, karenaekonomi Indonesia masihsangattergantungkonsumsi, selaininvestasi, eksport dan belanjapemerintah. Kami melihatinvestasibisamembaikkarenabase yang rendahsepanjang 2019 karenabanyakkegiatanpolitik. Namunkarenasituasipolitik dan keamananrelatifstabilpascapemilukemungkinancapexspending akanmembaik. Selainitu, perbaikanhargakomoditasandalanseperti CPO juga bisamenyumbang GDP darisisiekspor-nya. Faktorresikodiantaranyaadalahperubahankebijakanpemerintah, perubahanarahkebijakansukubunga  dan perkembangan pasar global.
  • Yield Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 10 tahunmasihbergerakstabil di level 7.0-7.1 % dalambeberapamingguterakhir. Pergerakaninisejalandengan yield pasar obligasi di seluruh dunia maupun negara tetangga. Namunpotensikatalispositifyaitupotensipenurunankembalisukubunga Fed masihadahinggatahun 2020. Dalambeberapakesempatanpetinggi federal reserve mengatakanpentingnyamencapai target inflasi di 2% meskibelumtentumengatakanakanmenurunkansukubungalebihlanjut. Berdasarkan data dari Direktorat Jendral Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) per tanggal 2 Desemberforeign holding relatofstabil dan tercatat di level Rp1,068.8tn (38.6% dari total).
  • Portfolio Reksa Dana Sahamkembalimelakukanakumulasi pembelian pada saham-sahamblue-chip dan mid-cap yang sudahberadadalamvaluasi yang murah dan berpotensimemberikanpertumbuhanlaba yang baik. Sektorperbankanmasih salah satusektorpilihan, di sampingituadasektor Consumer, dan Plantation. Alokasi portfolio di level 95% untuk dan memaksimalkan Return Portfolio karena kami melihatpotensimenguatnyaindekssampaiakhirtahun. Reksa Dana Obligasi berfokus pada SUN seri benchmark tenor 10 dan 15 tahun serta menjaga durasi portfolio di level 7.00- 7.50. Masih terdapat alokasi untuk Obligasi Korporasi tenor pendek (3 tahun) dengan kupon yang tinggi dijaga untuk menahan volatilitas market dan memaksimalkan Return Reksa Dana.




DISCLAIMER INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RESIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DEPAN.

PT Majoris Asset Management (“Majoris”) telah memperoleh izin usaha sebagai Manajer Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dalam melakukan kegiatannya diawasi oleh OJK. Dokumen ini dibuat oleh Majoris hanya sebagai informasi singkat dan disesuaikan dengan ketentuan Peraturan yang berlaku. Segala perhatian telah diberikan secara seksama untuk menyakinkan bahwa informasi yang disajikan dalam dokumen ini tidak menyesatkan. Namun demikian, Calon Pemodal tidak disarankan untuk hanya mengandalkan keterangan dalam dokumen ini. Kerugian yang mungkin timbul karenanya tidak akan ditanggung.


Download PDF



Back to list