Weekly Perspective - W1 Desember 2017

Market Review : MSCI Rebalancing to Fed Fund Rate Hike

  • IHSG mengalami kenaikan signifikan pada minggu pertama (4 – 8) bulan Desember 2017 dengan kenaikan sebesar 1,32% ke level 6030,95. Kenaikan ini sifatnya technical rebound setelah sebelumnya pada bulan November 2017 mengalami penurunan -0,89% di dorong koreksi tajam sebesar -1,8% yang terjadi pada hari terakhir penutupan perdagangan bulan November 2017. Koreksi tajam ini terjadi karena adanya penyesuaian bobot indeks MSCI (MSCI rebalancing), yang mengakibatkan harga saham-saham berkapitalisasi pasar besar mengalami penurunan tajam. Namun setelah koreksi pada minggu pertama Desember 2017, harga saham berkapitalisasi pasar kembali rebound. Ditunjukkan dengan penguatan pada sektor Consumer Good 4,04% di ikuti dengan Banking 2,87% dan Aneka Industri 2,35%. Adapun sektor komoditas seperti Agridan Mining mengalami penurunan sebesar -4,9% dan -2,9% di dorong sentiment penurunan harga komoditas global. Di ikuti dengan penurunan sector Properti dan Construction sebesar -2,6%. Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesarRp2,5 Triliun.

  • Setelah harga obligasi mengalami kenaikan di bulan November 2017,di dorong ekspektasi akan keterbatasan suplai dipasar obligasi setelah Pemerintah membatasi lelang hingga akhir Nov 2017. Sedangkan demand dari local institution, masih menunjukkan peningkatan untuk memenuhi minimal investasi pada obligasi negara. Selain itu inflasi Indonesia pada November 2017 juga menunjukkan penurunan menjadi 3,3% yoy dari periode sebelumnya 3,58% yoy. Selanjutnya harga obligasi cenderung mixed pada minggu I/Des2017 ini, dengan yield SUN tenor 10 tahun mengalami kenaikan tipis sebesar 2,7 bps ke level 6,55%. Investor cenderung wait & see, mencermati dampak kenaikan Fed Fund Rate pada FOMC meeting di bulan Desember 2017. Mata uang Rupiah melemah terbatas pada level Rp 13.500–13.550/USD.

The Fed Raise Rates in Dec 2018

  • Sesuai ekspektasi pasar, The Fed dalam FOMC meeting yang digelar 13-14 Desember 2017 ini kembali menaikkan suku bunga acuannya (The Fed Fund Rate) sebesar 25 bps menjadi target range 1,25 – 1,50%. Padatahun 2017 ini The Fed sudah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 3 kali dan selanjutnya ekspektasi kenaikan bunga masih terjadi sebanyak 3 kali di sepanjang tahun 2018.
  • The Fed juga mengkonfirmasikan rencananya dalam normalisasi balance sheet dari USD 10 miliar menjadi USD 20 miliar per Januari 2018. Langkah ini diambil The Fed seiring perbaikan indikator dan recovery ekonomi AS. The Fed juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS dari 2,1% menjadi 2,5% di tahun 2018. Labour market diprediksi tetap kuat dengan meningkatnya job creation dan pertumbuhan gaji. Level unemployment diprediksi turun ke level 3,9% dan core inflation masih terjaga pada 1,9%.

Market Expectation

  • Kenaikan bunga The Fed ini sudah diekspektasi pasar. Dengan statement The Fed yang relative dovish maka yield US Treasury bergerak turun dari level 2,42% menjadi 2,35%. Dollar Index juga terlihat melemah sebesar 0,7%.  US Equity market menyambut positif dengan valuasi yang belum mengalami over valued dan kondisi leverage AS masih mendukung ekonomi.
  • Pada pasar domestik, harga obligasi Pemerintah masih berpotensi mengalami penguatan, dengan level yield SUN berpotensi mengalami penurunan hingga level 6,4%, namun mendekati level tersebut, investor dapat melakukan profit taking secara bertahap dengan menurunkan durasi portofolio obligasi.
  • Selain The Fed, kita juga perlu mengamati keputusan European Central Bank (ECB) pada hari Kamis ini mengenai rencana asset purchase tapering. Fokus tahun 2018 adalah menaksir impact dari global monetary policy normalization.



DISCLAIMER INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RESIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DEPAN.

PT Majoris Asset Management (“Majoris”) telah memperoleh izin usaha sebagai Manajer Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dalam melakukan kegiatannya diawasi oleh OJK. Dokumen ini dibuat oleh Majoris hanya sebagai informasi singkat dan disesuaikan dengan ketentuan Peraturan yang berlaku. Segala perhatian telah diberikan secara seksama untuk menyakinkan bahwa informasi yang disajikan dalam dokumen ini tidak menyesatkan. Namun demikian, Calon Pemodal tidak disarankan untuk hanya mengandalkan keterangan dalam dokumen ini. Kerugian yang mungkin timbul karenanya tidak akan ditanggung.


Download PDF



Back to list