Weekly Perspective - W1 August 2018

Perundingan Amerika dan Uni Eropa membawa dampak positif pada market

  • Selama seminggu terakhir IHSG mengalami kenaikan signifikan sebesar +1.98% dari level 5,872.8 menjadi 5,989.1 selama 1 minggu terakhir (23-27 Juli 2018). Investor asing terus melakukan pembelian saham (net buy) selama seminggu terakhir dengan akumulasi sebesar Rp 1.7 triliun, sehingga secara month to date sampai dengan tanggal 27 Juli 2018 asing mencatatkan akumulasi net buy sebesar Rp 300 Milyar. Hal ini didorong oleh hasil negosiasi tarif perdagangan antara Amerika dan Uni Eropa yang membahas tentang penghapusan tarif perdagangan antar kedua negara berjalan dengan lancar.  Sektor yang mengalami peningkatan yaitu mining sebesar +4.86% diikuti oleh miscellaneous industry sebesar +3.77% dan basic industry sebesar +3.77%. Sedangkan yang mengalami penurunan yaitu agriculture sebesar -0.65% dan infrastructure -0.27%.
  • Pada pasar obligasi, harga Surat Utang Negara (SUN) yang ditujukkan dengan Bloomberg Indonesia Local Sovereign Index mengalami kenaikan sebesar 0.38% selama 1 minggu terakhir (23-27 Juli 2018). Berdasarkan laporan DJPPR per tanggal 30 Juli 2018, dana asing yang masuk ke pasar SUN sudah mencapai Rp 5,26 triliun sejak Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5.25%. Kepemilikan asing naik dari Rp 830,2 triliun di akhir Juni 2018 menjadi Rp 835,4 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan BI menaikkan suku bunga direspon positif oleh investor asing. Dengan demikian investor asing mencatatkan net buy secara month to date sebesar Rp 5,2 triliun, namun disisi lain perbankan justru melakukan profit taking dengan net sell sebesar Rp 7.2 triliun. Seminggu terakhir pergerakan level yield SUN bergerak pada range yield 7.70 – 7.80%. Adapun Rupiah bergerak pada level Rp 14.418 – 14,497/USD.

Trade War, Data Makroekonomi & Other Domestic Event

  • Trade war masih menjadi fokus utama dalam isu pasar global. Hasil pertemuan antara Presiden Amerika Donald Trump dan Ketua Komisi Uni- Eropa Jean Claude Juncker yang membahas tentang perang dagang berlangsung sangat positif dimana keduanya sepakat untuk menurunkan tarif impor pada baja, alumunium, produk pertanian dan otomotif dari kedua belah pihak hingga mencapai 0%. Pertemuan lanjutan akan dilangsungkan di bulan Agustus / September 2018 antar Menteri perdagangan untuk membahas realisasi pelaksanaan penurunan tarif tersebut. Setelah pertemuan dengan Uni Eropa berjalan dengan sukses, kita menantikan kedepannya bagaimana isu perang dagang antara Amerika dan China dan hasil perundingan bilateral kedua negara tersebut yang direncanakan pada bulan September 2018.
  • Rilis data ekonomi Amerika di awal Agustus 2018 juga menjadi perhatian pelaku pasar terutama untuk data US- Non Farm Payroll Juli 2018 yang diestimasi akan tumbuh 213K (ekspektasi consensus: 190K) dan unemployment rate yang diestimasi oleh consensus mengalami penurunan dari 3.9% di bulan Juni 2018 menjadi 3.8% di Juli 2018. Positifnya data ekonomi Amerika bulan Juli 2018 bisa menjadi strong indicator k yang akan membuat The Fed kembali menaikkan Fed Fund Rate di bulan September 2018 sebesar 25 BPS ke level 2.25%.
  • Data ekonomi domestik yang dapat dicermati di bulan Agustus 2018 meliputi data makro ekonomi dari sisi perkembangan neraca perdagangan bulan Juli 2018 dimana setelah mengalami defisit neraca perdagangan dalam selama bulan April dan Mei 2018, neraca perdagangan bulan Juni 2018 kembali mengalami surplus sebesar USD 1.74 Milyar . Namun kami menilai surplus perdagangan tersebut lebih disebabkan oleh penurunan impor yang signifikan dibandingkan dengan peningkatan ekspor yang disebabkan oleh banyaknya hari libur di bulan Juni 2018 sehingga mengurangi  jumlah hari kerja efektif. Rilis data Cadangan devisa Juli 2018 juga menjadi perhatian dimana estimasi konsensus akan kembali mengalami penurunan ke USD 117.9 Milyar dari level cadangan Devisa sebelumnya di bulan Juni 2018 sebesar USD 119.8 Milyar. Dengan demikian cadangan devisa telah mengalami penurunan sebesar USD 14 Milyar dari level tertingginya di Januari 2018 sebesar USD 131.9 Milyar yang sebagian besar digunakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar.
    Event lain dari sisi politik yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar khususnya pada awal bulan Agustus 2018 yaitu pengumuman calon Presiden dan Wakil Presiden dari pihak incumbent maupun oposisi yang akan diumumkan pada periode pendaftaran di KPU tanggal 4 – 10 Agustus 2018.
  • Sesuai ekspektasi kami, setelah mengalami koreksi yang cukup tajam maka valuasi saham menjadi sangat menarik dan pasar saham berpeluang rebound. Namun setelah rebound terjadi pada minggu ini dimana IHSG kembali menyentuh level 6,000, maka alokasi asset pada equity dapat kembali dinetralkan atau melakukan profit taking seiring tingkat risiko dari pasar global yang masih cukup tinggi sekaligus melakukan langkah antisipasi surprise earning dari rilis laporan keuangan emiten periode QQ2/2018.




DISCLAIMER INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RESIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DEPAN.

PT Majoris Asset Management (“Majoris”) telah memperoleh izin usaha sebagai Manajer Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dalam melakukan kegiatannya diawasi oleh OJK. Dokumen ini dibuat oleh Majoris hanya sebagai informasi singkat dan disesuaikan dengan ketentuan Peraturan yang berlaku. Segala perhatian telah diberikan secara seksama untuk menyakinkan bahwa informasi yang disajikan dalam dokumen ini tidak menyesatkan. Namun demikian, Calon Pemodal tidak disarankan untuk hanya mengandalkan keterangan dalam dokumen ini. Kerugian yang mungkin timbul karenanya tidak akan ditanggung.



Download PDF



Back to list