Investor Information

Weekly Market Update

Weekly Perspective - W3 April 2019
Sejumlah pemimpin negara Uni Eropa (UE) setuju untuk mengabulkan permintaan Inggris terkait dengan deadline proses Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa) dari yang direncanakan semula 12 April 2019 mundur hingga 31 Oktober 2019. Mereka memberikan kesempatan kepada Pemerintah Inggris untuk berunding kembali dengan Parlemen apakah akan keluar dari UE tanpa syarat / dengan beberapa syarat atau malah tidak jadi keluar sama sekali. Sementara itu Parlemen Inggris membuka opsi untuk kembali mengadakan referendum ulang terkait Brexit dalam enam bulan kedepan, namun Perdana Menteri Inggris Theresa May menolak opsi yang diajukan oleh Parlemen tersebut dan tetap dengan keputusannya untuk keluar dari UE dengan berbagai macam kesepakatan agar tidak merusak perekonomian Inggris kedepannya.

Read more
Weekly Perspective - W2 April 2019
Perdana Menteri Inggris Theresa May meminta kepada Uni Eropa untuk memundurkan jadwal proses Brexit (Inggris keluar dari Uni Eropa) dari 12 April 2019 menjadi 30 Juni 2019. Tujuan dilakukan penundaan ini agar Inggris dapat keluar dari Uni Eropa dengan cara yang lebih moderat sehingga tidak menggangu aktifitas perekonomian Inggris kedepannya. May mengatakan saat ini terdapat dua opsi terkait Brexit yaitu keluar dari Uni Eropa dengan kesepakatan atau tetap menjadi bagian dari Uni Eropa. Uni Eropa akan mengadakan pertemuan dengan negara-negara anggotanya dan akan memberikan jawaban kepada Inggris paling lambat tanggal 11 April 2019.

Read more
Weekly Perspective - W1 April 2019
Parlemen Inggris untuk ketiga kalinya kembali menolak usulan skema terkait Brexit (Inggris keluar dari Uni eropa) yang diajukan oleh Perdana Menteri Theresa May menjelang berakhirnya proses Brexit tanggal 12 April 2019. Dalam pemungutan suara yang berlangsung tanggal 29 Maret 2019 usulannya hanya didukung oleh 286 anggota Parlemen dan ditolak oleh 344 anggota Parlemen. Dengan ditolaknya usulan skema Brexit yang diajukan oleh Theresa May, maka besar kemungkinan Inggris akan keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun dimana ekspektasi pelaku pasar apabila ini terjadi akan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris di kisaran 0.50 – 1.00% serta akan membuat nilai mata uang poundsterling melemah dibandingkan mata uang lain dan memberikan ketidakpastian bagi dunia usaha terutama perusahaan-perusahaan yang berasal dari Uni Eropa apakah akan tetap mempertahankan Homebase di London atau akan meninggalkan Inggris. Pada tanggal 10 April 2019 (H-2) menjelang berakhirnya proses Brexit, May akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa Donald Tusk untuk membahas langkah selanjutnya yang akan menguntungkan kedua belah pihak.

Read more
Weekly Perspective - W4 March 2019
Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting yang dilaksanakan tanggal 20 Maret 2019 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) di level 2.50%. Di dalam FOMC tersebut Chairman The Fed Jerome Powell mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan bagi pelaku pasar dimana The Fed kemungkinan besar tidak akan menaikkan FFR di tahun 2019 sekaligus merevisi target kenaikan dua kali FFR di sepanjang tahun 2019 yang disampaikan pada akhir tahun 2018. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan The Fed untuk menahan FFR diantaranya pertumbuhan data tenaga kerja yang tumbuh lebih lambat dibandingkan periode sebelumnya serta pertumbuhan inflasi dan indeks manufaktur yang relatif stagnan. Selain itu The Fed memperkirakan pertumbuhan ekonomi Amerika di tahun 2019 akan berada di kisaran 2.00 -2.40% lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun 2018 sebesar 3.00%. Dovish statement (lebih moderat dalam menaikkan suku bunga) yang dikemukakan oleh Powell dapat menjadi katalis positif bagi pasar obligasi emerging market termasuk Indonesia yang menawarkan imbal hasil investasi yang lebih tinggi dibandingkan negara-negara developed market.

Read more