Investor Information

Weekly Market Update

Weekly Perspective - W2 Oktober 2018
Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD hingga menyentuh level IDR 15,000 – 15,200 / USD menyebabkan pasar saham domestik selama sepekan terakhir mengalami koreksi cukup dalam dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sebesar -4.09% ke level 5,731.93. Penurunan IHSG juga diikuti net sell oleh investor asing secara week to date sebesar Rp -2.40 triliun. Sektor yang mengalami kenaikan hanya Mining +0.61%, Sementara hampir seluruh sektor lainnya mengalami penurunan dimana sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu Basic Industry -8.85% diikuti oleh Manufacturing -5.87%, Consumer Goods -4.98% dan Banking -4.13%.

Read more
Weekly Perspective - W1 Oktober 2018
Pasar saham domestik selama sepekan terakhir kembali melanjutkan kenaikan seperti dua minggu sebelumnya didorong oleh stabilnya nilai tukar Rupiah yang bergerak di level 14,860 – 14,900 / USD serta valuasi pasar saham yang sudah cukup atraktif sehingga investor sudah mulai melakukan akumulasi beli secara bertahap. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) periode 24 – 28 September 2018 mengalami kenaikan +0.32% ditutup di level 5,976.55 diikuti net buy oleh investor asing sebesar Rp 1.60 triliun (September 2018: asing net buy: Rp 500 milyar). Sektor yang mengalami kenaikan terbesar diantaranya infrastructure sebesar +1.20% diikuti oleh miscellaneous industry +1.15% dan consumer goods yang naik +0.56%. Sedangkan sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu trade services -0.37% dan basic industry -0.30%.

Read more
Weekly Perspective - W4 September 2018
Pasar saham domestik selama sepekan terakhir kembali melanjutkan kenaikan seperti minggu sebelumnya didorong oleh stabilnya nilai tukar Rupiah yang bergerak di level 14,810 – 14,860 / USD serta membaiknya neraca perdagangan di bulan Agustus 2018 dibandingkan bulan Juli 2018 (Agustus 2018: defisit USD -1.02 milyar dan Juli 2018: defisit USD -2.0 milyar). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) periode 17 – 21 September 2018 mengalami kenaikan +0.45% ditutup di level 5,957.74 diikuti net buy oleh investor asing sebesar Rp 1.14 triliun (secara month to date posisi asing net sell: Rp -1.10 triliun). Sektor yang mengalami kenaikan terbesar diantaranya basic industry sebesar +2.74% diikuti oleh mining +1.93% dan manufacturing yang naik +0.87%. Sedangkan sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu agriculture -2.43% dan property -2.25%.

Read more
Weekly Perspective - W3 September 2018
Dari sisi global pelaku pasar tetap harus memperhatikan krisis ekonomi yang terjadi di Argentina, Afrika Selatan, Turki dan Venezuela terutama melihat bagaimana cara mereka dalam menjaga pergerakan nilai mata uangnya terhadap USD kedepannya serta kemampuan untuk mengembalikan pertumbuhan GDP agar kembali positif. Selain itu isu lainnya yang berpotensi memberi sentimen negatif pada market adalah rencana Amerika Serikat untuk kembali menerapkan tarif terhadap barang China sebesar USD 200 milyar pada akhir September 2018 setelah pada bulan Juni 2018 menerapkan tarif sebesar USD 34 milyar yang berlanjut pada Juli 2018 sebesar USD 16 milyar.

Read more