Investor Information

Weekly Market Update

Weekly Perspective - W4 May 2018
Setelah mengalami negosiasi yang cukup Panjang, hari Sabtu (19 May 2018), akhirnya Pemerintah AS dan China mengeluarkan statement dimana China berkomitmen untuk meningkatkan impor dari AS khususnya terkait energi dan produk agri, sehingga diharapkan dapat mengurangi trade deficit dengan AS yang pada tahun 2017 mencapai USD 375 miliar. Peningkatan impor ini seiring pertumbuhan kebutuhan konsumsi dari China. Dengan kesepakatan ini maka kenaikan tarif impor diestimasi mengalami penundaan. Namun meredanya risiko trade war tidak berlangsung lama, dengan statement terbaru dari Trump yang menyatakan belum puas dengan hasil negosiasi tersebut.

Read more
Weekly Perspective - W3 May 2018
Peningkatan yield US Treasury sejalan dengan data ekonomi AS yang terus menunjukkan pemulihan dan kenaikan risiko geopolitik yang mendorong kenaikan harga minyak dunia hingga bertahan diatas USD 70/barrel. Adapun dari sisi negosiasi tarif perdagangan antara AS-China masih berjalan.

Read more
Weekly Perspective - W3 April 2018
Pada pasar obligasi, harga Surat Utang Negara (SUN) yang diwakili dengan Abtrindo Index mencatatkan kenaikan sebesar 0,84%. Yield SUN bergerak tipis pada level 6,63% per 18 April 2018 untuk tenor 10 tahun. Penguatan harga obligasi dinilai belum signifikan, walaupun Lembaa rating Moody’s menaikkan peringkat hutang Indonesia dari Baa3 menjadi Baa2 dengan outlook positif. Nampaknya sentimen pasar global masih membuat pelaku pasar cenderung wait & see. Investor asing kembali mencatatkan net buy sebesar Rp 12,2 Triliun secara mtd hingga 18 April 2018.

Read more
Weekly Perspective - W2 April 2018
Pada pasar obligasi, harga Surat Utang Negara (SUN) yang diwakili dengan Abtrindo Index mencatatkan kenaikan sebesar 0,88%. Yield SUN mengalami penurunan tipis dari 6,67% (akhir Maret 2019) menjadi 6,63% (9 Apr 2018) untuk tenor 10 tahun. Hal ini sejalan dengan penurunan yield US Treasury kembali ke level 2,78%. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 12,8 Triliun selama mtd. Adapun mata uang Rupiah masih mengalami pelemahan 0,1% ke level Rp 13.775/USD. BI berusaha menstabilkan volatilitas mata uang Rupiah, sehingga cadangan devisa mengalami penurunan dari USD 128,1 miliar (Febr 2018) menjadi USD 126 miliar (Maret 2018).

Read more