Investor Information

Weekly Market Update

Weekly Perspective - W2 February 2018
Bloomberg survey yang dilakukan pada bulan Februari 2018 menunjukkan peningkatan ekspektasi pasar akan pertumbuhan ekonomi, inflasi dan yield obligasi. Pertumbuhan ekonomi AS QQ1/2018 diprediksi naik dari survei sebelumnya yang dilakukan pada bulan Januari 2018, dari 2,5% yoy menjadi 2,7% yoy. Pada periode yang sama, inflasi AS QQ1/2018 diprediksi naik dari 1,9% menjadi 2,1%. Yield obligasi AS (US Treasury) tenor 10 tahun untuk QQ1/2018 diprediksi naik dari 2,57% menjadi 2,74%. Kenaikan bunga The Fed sebanyak 3x di tahun 2018 masih mendominasi konsensus pasar, namun survei juga menunjukkan adanya kenaikan probabilitas bunga The Fed menjadi 4x dari 10% menjadi 18% dari total economist yang mengikuti survei tersebut.

Read more
Weekly Perspective - W1 February 2018
Sell off tajam di pasar saham global ini didorong oleh beberapa faktor yakni meningkatnya kekhawatiran dan perhatian pelaku pasar akan arah normalisasi (kenaikan) bunga The Fed seiring data ekonomi AS yang terus menunjukkan peningkatan. Baik dari aktivitas produksi (PMI index) yang bertahan pada level 55,5 (level ekspansi), penambahan jumlah nonfarm payroll sebesar 200k (diatas periode sebelumnya 200k) dan level inflasi yang bertahap mengalami peningkatan. Kekhawatiran pasar sudah terlihat dari pergerakan yield US Treasury yang terus mengalami kenaikan dari awal Jan 2018 sebesar 2,40% menjadi 2,79% per 6 Februari 2018.

Read more
Weekly Perspective - W4 January 2018
Hingga 29 Januari 2018, foreign equity inflow mulai menunjukkan net buy sebesar Rp 3,9 Triliun, setelah mengalami net sell selama 8 bulan terakhir. Kenaikan harga saham lebih didominasi saham-saham small-mid cap. Sektor yang mencatatkan kenaikan tertinggi pada Mining +24,8% YTD, diikuti dengan Basic Industry +9,7% dan Property Construction 8,0% YTD. Adapun sektor yang relatif lagging yakni Infra (telco) dan Agri yang hanya naik sebesar 1% dan 1,9% selama YTD.

Read more
Weekly Perspective - W3 Desember 2017
Kenaikan harga saham dan obligasi selama bulan Desember 2017 ini didorong kondisi pasar global yang positif dengan ekspektasi reformasi pajak AS dan juga didorong kenaikan peringkat utang Indonesia dari BBB- menjadi BBB oleh Lembaga pemeringkat Fitch Ratings. Kenaikan peringkat dari Fitch tersebut sejalan dengan keputusan sebelumnya yang menaikkan prospek utang Indonesia dari stabil menjadi positif pada Desember 2016. Faktor yang mempengaruhi kenaikan peringkat tersebut diantaranya meningkatnya stabilitas atau ketahanan makro ekonomi Indonesia, kebijakan nilai tukar yang meningkatkan cadangan devisa dan menahan gejolak aliran modal asing keluar dari Indonesia, serta kebijakan makro prudensial yang menahan lonjakan utang luar negeri korporasi.

Read more