Investor Information

Weekly Market Update

Weekly Perspective - W3 March 2020
Pemerintah Indonesia kembali mengeluarkan stimulus ekonomi yang meliputi stimulus fiskal dan nonfiskal dengan tujuan untuk menjaga agar sektor industri tetap bergerak serta memacu daya beli masyarakat demi mendorong kinerja ekonomi nasional Stimulus fiskal yang diluncurkan dalam rangka penanganan Covid 19 meliputi relaksasi Pajak Penghasilan Pasal 21 PPh 21 melalui skema Ditanggung Pemerintah ( sebesar 100 atas penghasilan dari pekerja dengan besaran sampai Rp 200 juta pada industri manufaktur PPh 21 diberikan selama enam bulan terhitung mulai April hingga September 2020 Nilai besaran yang ditanggung pemerintah mencapai Rp 8 60 triliun

Read more
Weekly Perspective - W4 February 2020
Lembaga rating Standard and Poors (S&P) menurunkan proyeksi pertumbuhan China pada tahun ini dari sebelumnya 5.70% menjadi 5.00%. Wabah virus corona diperkirakan bakal membuat perekonomian nomor dua terbesar ini melambat dari posisi tahun lalu sebesar 6.10%. S&P memperkirakan wabah virus corona bakal memukul perekonomian China pada Q1 2020. Namun, S&P memperkirakan ekonomi China akan kembali pulih tahun seiring berakhirnya wabah tersebut dan estimasi pertumbuhan ekonomi China akan kembali meningkat sebesar 6.40%.

Read more
Weekly Perspective - W2 February 2020
Lembaga rating Standard and Poors (S&P) menurunkan proyeksi pertumbuhan China pada tahun ini dari sebelumnya 5.70% menjadi 5.00%. Wabah virus corona diperkirakan bakal membuat perekonomian nomor dua terbesar ini melambat dari posisi tahun lalu sebesar 6.10%. S&P memperkirakan wabah virus corona bakal memukul perekonomian China pada Q1 2020. Namun, S&P memperkirakan ekonomi China akan kembali pulih tahun seiring berakhirnya wabah tersebut dan estimasi pertumbuhan ekonomi China akan kembali meningkat sebesar 6.40%.

Read more
Weekly Perspective - W3 Januari 2020
Amerika Serikat dan China telah menandatangani perjanjian yang disebut sebagai fase 1 dari perjanjian dagang antara Amerika Serikat dan China. Meski dianggap sebagai tidak cukup kuat, perjanjian ini bisa membuat relief sementara waktu para pelaku pasar. Sementara, data perdagangan Indonesia membaik jika dilihat dari ekpektasi pasar dan realita-nya. Posisi ini juga akan memberikan sumbangsih yang positif terhadap nilai current account deficit yang telah menjadi momok bagi investor global untuk berinvestasi di Indonesia. Untuk saham, dengan valuasi yang murah, dan kami melihat a) perbaikan GDP, b) kebijakan bank sentral yang akomodatif, dan c) terutama perbaikan pertumbuhan laba dalam dua tahun ke depan akan mendorong pasar menguat hingga level IHSG di 7,200. Yield Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 10 tahun mulai bergerak naik ke level 6.8-6.9 % di awal bulan Januari ini. Kami memperkirakan akan menuju 6.2-6.3% pada akhir tahun. Sehingga, Kami menyarakan investor untuk stay invested pada portfolio saham (dan jika memungkinkan menaikkan posisi-nya) dan portfolio obligasi.

Read more