Investor Information

Weekly Market Update

Weekly Perspective - W3 August 2019
Risiko resesi ekonomi di Amerika Serikat (AS) semakin nyata terlihat dari Yield obligasi AS tenor dua tahun tercatat lebih tinggi dibanding yield sepuluh tahun pertama kali sejak tahun 2007. Inverted yield curve merupakan suatu keadaan di mana imbal hasil obligasi tenor pendek lebih tinggi daripada tenor panjang. Dalam situasi normal imbal hasil obligasi tenor pendek seharusnya lebih rendah dibandingkan tenor panjang. Ancaman resesi ekonomi AS meningkat setelah ekonomi Jerman dan Prancis berbalik arah dan mengalami perlambatan ekonomi pada Q2 2019 disertai pertumbuhan output industri China yang turun ke level terendah selama lebih dari 17 tahun pada Juli 2019.

Read more
Weekly Perspective - W2 August 2019
Dalam rangka antisipasi terhadap tarif tambahan yang dikeluarkan oleh AS sebesar 10% terhadap barang impor dari China, Pemerintah China melakukan langkah balasan dengan mendevaluasi mata uang yuan hingga di bawah 7/USD dalam satu dekade terakhir. Depresiasi mata uang dapat membantu China mengurangi dampak tarif baru AS dengan menjaga ekspornya terjangkau di negeri Paman Sam, tetapi devaluasi dapat menyebabkan dampak negatif di dalam negerinya. Penurunan nilai yuan juga bisa memicu arus modal keluar dari China dan merusak stabilitas ekonomi.

Read more
Weekly Perspective - W1 August 2019
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada hari Kamis 1 Agustus 2019 akan menambah tarif baru 10% pada produk buatan Tiongkok senilai USD 300 milyar mulai tanggal 1 September 2019. Selain itu Trump juga mengatakan tidak tertutup kemungkinan untuk menaikkan tarif tambahan lagi sebesar 25% maupun lebih kedepannya. Tarif baru yang dikenakan akan membuat harga barang elektronik kedepannya bertambah mahal dan bisa memukul daya beli konsumen AS. Adanya tarif tambahan yang dikeluarkan oleh AS terhadap barang China tentunya akan dibalas oleh China terhadap barang impor dari AS sehingga hal ini akan merugikan pertumbuhan ekonomi kedua negara dengan perekenomian terbesar di dunia. Ancaman pertumbuhan ekonomi yang melambat diprediksi akan membuat The Fed kembali menurunkan Fed Fund Rate 25 Bps di bulan September atau Desember 2019 setelah sebelumnya di bulan Juli 2019 menurunkan 25 Bps dari 2.50% menjadi 2.25% untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi AS kedepannya.

Read more
Weekly Perspective - W3 July 2019
Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat Jerome Powell memberikan sinyal lebih kuat dalam pidato di depan kongres AS terkait kemungkinan penurunan suku bunga lebih besar pada Federal Open Meeting Commitee ( FOMC) yang berlangsung tanggal 31 Juli 2019. Powell mengatakan terjadinya perang dagang antara AS dan China yang masih berlanjut hingga saat ini mendorong terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi global sehingga memerlukan kebijakan moneter yang lebih akomodatif untuk menjaga pertumbuhan ekonomi AS kedepannya. Pelaku pasar melihat ini sebagai sinyal bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga acuan di akhir Juli 2019 sebesar 25-50 Bps dan kebijakan ini akan memberikan dampak positif pada emerging market termasuk Indonesia.

Read more