Investor Information

Weekly Market Update

Weekly Perspective - W3 Januari 2020
Amerika Serikat dan China telah menandatangani perjanjian yang disebut sebagai fase 1 dari perjanjian dagang antara Amerika Serikat dan China. Meski dianggap sebagai tidak cukup kuat, perjanjian ini bisa membuat relief sementara waktu para pelaku pasar. Sementara, data perdagangan Indonesia membaik jika dilihat dari ekpektasi pasar dan realita-nya. Posisi ini juga akan memberikan sumbangsih yang positif terhadap nilai current account deficit yang telah menjadi momok bagi investor global untuk berinvestasi di Indonesia. Untuk saham, dengan valuasi yang murah, dan kami melihat a) perbaikan GDP, b) kebijakan bank sentral yang akomodatif, dan c) terutama perbaikan pertumbuhan laba dalam dua tahun ke depan akan mendorong pasar menguat hingga level IHSG di 7,200. Yield Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 10 tahun mulai bergerak naik ke level 6.8-6.9 % di awal bulan Januari ini. Kami memperkirakan akan menuju 6.2-6.3% pada akhir tahun. Sehingga, Kami menyarakan investor untuk stay invested pada portfolio saham (dan jika memungkinkan menaikkan posisi-nya) dan portfolio obligasi.

Read more
Weekly Perspective - W2 Desember 2019
Data peneyrapan tenaga kerja di Amerika Serikat atau yang dikenal sebagai data non farm payroll tercatat cukup kuat 266ribu. Angka ini adalah salah satu yang tertinggi di 2019 yang menunjukkan penyerapan tenaga kerja yang cukup baik. Hal ini bisa membuat Federal Reserve menahan penurunan suku bunga untuk sementara waktu. Meski kami meyakini bahwa tekanan untuk penurunan suku bunga juga bisa berasal dari kekhawatiran competitiveness US dollar terhadap Euro dan factor lainnya. Kalau dilihat dari pergerakan Dollar Index juga terlihat US Dollar juga melemah dalam beberapa waktu terakhir, terutama terhadap mata uang Euro. Kami memperkirakan arah kebijakan suku bunga Fed masih akan akomodatif, dan berpotensi turun sampai dengan dua kali di tahun 2020. Dan ini bisa diikuti oleh Bank Sentral lainnya termasuk Bank Indonesia.

Read more
Weekly Perspective - W4 November 2019
Meski sulit untuk mencapai kata sepakat, pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan China masih terus berlanjut. Neosisasi sepertinya berlangsung alot karena berulang kali Presiden Amerika Serikat mengatakan ingin mencapai kesepakatan tapi kesepakatan masih belum bisa terjadi. Perkembangan ini bukanlah hal yang baik untuk pasar namun magnitude-nya mulai berkurang terhadap pasar. Pasar lebih memikirkan dampak perlambatan ekonomi dunia dan kekhawatiran akan terjadi resesi. Chairman Federal Reserve Jerome Powell juga masih melihat pentingnya mencapai target inflasi di level 2 persen, namun tidak menjelaskan lebh lanjut apakah akan terus menurunkan suku bunga.

Read more
Weekly Perspective - W4 October 2019
Uni Eropa memberi sinyal akan menunda Brexit selama tiga bulan hingga 31 Januari 2020. Rencana tersebut akan dibahas dalam pertemuan yang digelar Senin 28 Oktober 2019. Meski Demikian tidak menutup kemungkinan perpanjangan waktu hanya sampai 30 November atau 31 Desember 2019 jika Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bisa mendapatkan kesepakatan dengan parlemen. Parlemen Inggris akan melakukan pemungutan suara pada Senin sore untuk mendapatkan persetujuan atas rencana Johnson untuk menggelar pemilihan umum 12 Desember 2019. Johnson menegaskan akan menggelar pemilihan umum lebih cepat dengan harapan dapat memecah kebuntuan proses Brexit.

Read more